Jumat, 01 Mei 2026

PROFIL DESA PA’BUMBUNGANG



PROFIL DESA PA’BUMBUNGANG

2.1. Sejarah Desa

Pada awal mulanya Desa Pa’bumbungang merupakan bagian dari wilayah Desa Pa'bentengang,
musyawarah tentang pemekaran wilayah Desa Pa'bentengang menjadi tiga Desa yaitu Desa
Pa'bentengang sebagai Desa induk kemudian Desa Pa'bumbungang dan Desa Maappilawing. Adapun
alasan sehingga terjadi pemekaran adalah karena luas wilayah dan jumlah penduduk Desa
Pa’bumbungang pada saat itu sudah layak dan memenuhi persyaratan untuk di jadikan satu Desa serta
untuk lebih memudahkan pelayanan terhadap masyrakat.
Desa Pa’bumbungang berasal dari Nama Kampung Tua yang terletak di Dusun Sarrea. Desa
Pa’bumbungang memiliki arti Dalam Bahasa Daerah “A’BUMBUNG” yang artinya melimpah,
Sehingga diharapkan masyarakat Pa’bumbungang selalu berkecukupan atau diatas kelimpahan yang
diharapkan.
Setelah terjadinya pemekaran dari Desa Pa’bentengang, berikut daftar kepemimpinan yang
terjadi di Desa Pa’bumbungang sampai saat ini :

Secara Geografis Desa Pa’bumbungang berada diwilayah pegunungan dengan kondisi alam yang
berbukit dan berlereng dengan sumber mata pencaharian utama adalah bertani. Hampir seluruh
penduduk Desa Pa’bumbungang, mata pencaharian utamanya adalah Kopi, Cengkeh, dan Kakao.
Namun masih ada sebagian masyarakat yang masih tetap melakukan usaha perkebunan dengan jenis
komoditas Tanaman Jagung dikombinasikan dengan berbagai jenis Pala Wija dan Sayuran. Selain itu,
beberapa jenis tanaman sela seperti, Nangka, Alpukat, Sukun, Langsat, Rambutan, dan Durian yang
bisa dirasakan cukup memberikan kontribusi dalam menopang kehidupan masyarakat di Desa

Pa’bumbungang sebagai sumber penghasilan yang silih berganti sesuai musimnya. Kondisi iklim yang
cukup sejuk sejuk dan dingin dengan didukung oleh lahan yang subur dan memungkinkan berbagai
jenis tanaman dapat tumbuh dan berkembang di Desa tersebut. Dalam beberapa hasil diskusi, didapat
informasi bahwa beberapa tahun yang lalu Desa Pa’bumbungang beberapa warga telah
membudidayakan tanaman panili dilahan perkebunan . Namun hal ini urung dilanjutkan karena
kurangnya pengetahuan Tekhnik Budidaya dan Lemahnya jaringan pasar . Padahal jenis komunitas
tanaman ini menjadi tanaman andalan dibeberapa daerah karena termasuk jenis tanaman Ekspor.

2.3. Demografi
a. Letak Desa

Adapun batas-batas wilayah Administrasi Desa Pa’bumbungang sebagai berikut
 Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bonto Tappalang Kec. Tompobulu
 Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Kampala Kec. Eremerasa
 Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Pa’bentengang Kec.Eremerasa
 Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kayu Loe Kec. Bantaeng dan Desa Bonto Lojong Kec.
Ulu Ere.

b. Administrasi Desa
Desa Pa’bumbungang yang terletak diwilayah Administrasi Kecamatan Eremerasa ± 10
km dari Ibu Kota Kecamatan Eremerasa dengan lama jarak Tempuh ±15-20 menit dan 17 km dari
Ibu Kota Kabupaten Bantaeng dengan jarak tempuh ±40-60 menit dengan ketinggian 400-1500
mdpl luas wilayah Desa Pa’bumbungang 6,8 km yang terdiri dari 3 Dusun. Yaitu, Dusun Libboa,
Dusun Sarrea dan Dusun Bonto Jonga yang dihuni oleh ±590 KK.

c. Topografi Desa
Luas dan ketinggian Desa Pa’bumbungang dapat dilihat pada tabel 1 berikut :

d. Geologis Desa
Desa Pa’bumbungang terletak didaerah pegunungan yang memanjang ke Utara sampai
dengan kaki gunung Lompo Battang yang memiliki potensi untuk dikembangkan usaha
perkebunan Rakyat dan pengembangan Hutan Kemasyarakatan. Selain tersebut diatas, dikenal
sebagai penghasil Komunitas Kopi, Kakao dan Cengkeh.

e. Iklim dan Curah Hujan
Secara Geografis kondisi iklim di Desa Pa’bumbungang cukup sejuk dan dingin pada saat
musim hujan rata-rata antara bulan November sampai April dengan temperatur suhu antara 15-20
derajat celcius. Musim kemarau antara bulan Agustus-Oktober.

f. Hidrologi dan Tata Kelola Air
Berdasarkan hasil pemetaan sosial dan sumber daya Desa Pa’bumbungang memilih
beberapa titik sumber air bersih yaitu Puncamangi, Padanggang, Kantisang, Kariu, Allu Loe,
Erasayya, Mandaraki, Je’ne Lulua, Gantinga, Rangnginga/Babangeng, Pa’peppekang,
Dapaccekka, Batunjuru, dan Batu Ejayya. Potensi sumber air bersih ini cukup besar untuk
pemenuhan akan air bersih yang digunakan untuk kebutuhan Komsumsi, mencuci, dan kakus bagi
masyarakat yang berada di Dusun Libboa, Dusun Sarrea, dan Dusun Bonto Jonga.
Pemanfaatan sumber air bersih melalui sistem perpipaan yang awalnya menggunakan Salut
Bulo (Bambu) dan pengadaan bahan dan alat serta pekerjaannya dilakukan secara swadaya kini
umumnya sudah menggunakan sistem perpipaan sebagai bentuk Inflementasi dari beberapa
program yang pernah ada di Desa Pa’bumbungang. Misalnya P2KP, CARE, dan program
PAMSIMAS selain itu atas inisiatif warga dibangun saluran irigasi.

g. Keadaan Sosial
- Jumlah Penduduk dan Pertumbuhannya
Jumlah Penduduk Desa Pa’bumbungang sebanyak 1.937 Jiwa dengan perbandingan Lakilaki
dan Perempuan dengan jumlah anggota Keluarga.
Dalam melakukan kegiatan pembangunan Desa Pa’bumbungang, pelibatan pekerjaan
didominasi oleh kaum laki-laki mulai dari tahapan perencanaan, survei, pelaksanaan pekerjaan
sampai pada tingkat pemeliharaannya. Hal ini disebabkan karena masih banyaknya asumsi
sebagian masyarakat bahwa kaum perempuan tugasnya mengurusi urusan dalam rumah tangga
seperti mencuci, memasak, dan mengurusi kepperluan suami dan anak.
Beberapa program yang melibatkan kaum perempuan yang tidak memberikan pengaruh
yang signifikan disebabkan kelibatan mereka hanya sebatas pada pemenuhan kuota dengan
metode partisipatif yang disesuaikan dengan kebutuhan program. Saat ini sudah sepantasnya
pelibatan semua elemen masyarakat utamanya kaum perempuan, orang miskin dan kelompok
marginal dalam mengambil peran dalam kegiatan pembangunan di Desa Pa’bumbungang
melalui peningkatan pengetahuan daan keterampilan yang didukung perubahan perilaku warga
sehingga kegiatan pembangunan yang dewasa menitip beratkan pada program pembangunan
dengan metode partisipatif dapat diwujudkan.
Perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan dapat dilihat sebagaimana
disajikan pada tabel berikut :

1.4. PENDIDIKAN
System Pendidikan di Desa merupakan bagian penting dari Upaya meningkatkan kualitas
sumber daya manusia di Indonesia. Saat ini system Pendidikan di Desa telah mengalami
perkembangan yang signifikan, mulai dari Pendidikan dasar hingga Pendidikan yang lebih tinggi,
terutama dalam hal aksesibilitas dan kualitas.
System Pendidikan di Desa dirancang untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan masyarakat
pedesaan dan wilayah terpencil. Dalam hal ini guru menjadi figure penting yang bertanggung jawab
atas kualitas Pendidikan yang terima.
Tentunya, meski ada banyak kemajuan dalam system Pendidikan di Desa, masih banyak
tantangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu diperlukan Upaya untuk meningkatkan kualitas dan
kuantitas system Pendidikan di Desa agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas
dan dapat bersaing di era globalisasi ini.
Disamping itu, peran orang tua dan masyarakat juga sangat penting dalam mendukung system
Pendidikan. Orang tua dan masyarakat harus proaktif dalam mendukung Pendidikan anak-anak
mereka dengan memberikan dukungan moral, finansial, dan fasilitas yang dibutuhkan. Dengan begitu
anak-anak di Desa dapat meraih Impian mereka dan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas
untuk masa depan Indonesia.
Sarana dan Prasarana Pendidikan di Desa Pa’bumbungang mulai Pendidikan Anak Usia Dini
sampai Jenjang menengah Pertama, Jumlah taman Pendidikan Alquran sebanyak 14 kelompok,
Gedung TK 1 Unit, Gedung Sekolah Dasar (SD) sebanyak 3 Unit dan Gedung SMP sebanyak 2 Unit.
Untuk Warga Desa yang lulusan SLTA yang melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ada
yang kuliahnya di Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Jeneponto, Kota Makassar dan ada juga di luar
Provinsi Sulawesi Selatan.

1.5. KESEHATAN
Upaya menanamkan hidup sehat kepada masyarakat terus dilakukan diantaranya dengan
melakukan identifikasi penyakit-penyakit medis berbagai aspek misalnya mengarahkan masyarakat
untuk membuat septick tank, membuang sampah pada tempatnya serta pemeliharaan air bersih.
Di Desa Pa’bumbungang belum ada system pengelolaan sampah terpilah di Desa, biasanya
warga membuang sampah rumah tangga dengan cara membuang sampah rumah tangga dengan cara
membakar, menimbun, dan ada juga membuang di selokan/irigasi, hal tersebut secara otomatis dapat
mencemari lingkungan dan kebersihan air secara terus-menerus. Oleh karena itu dibutuhkan peran
pemerintah agar lebih aktif bersosialisasi dan melakukan kegiatan pelatihan pemilahan sampah dan
manajemen pengelolaan sampah terpadu serta pengadaan peralatan pengolahan sampah untuk menjadi
kompos.
Kualitas Kesehatan masyarakat merupakan bagian terpenting dalam rangka menuju masyarakat
yang peduli terhadap Kesehatan. Rencana pembanguna Jangka Menengah Desa disusun secara
partisipatif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang tujuannya bukan hanya dalam
rangka memenuhi kebutuhan formal pemerintah Desa sebagai tanggung jawab penyelenggara
pemerintahan di Desa akan tetapi perencanaan Pembangunan di Desa diharapkan menjadi sebuah
wadah untuk mengakomodir segala kebutuhan masyarakat termasuk didalamnya turut memperhatikan
kualitas Kesehatan masyarakat secara utuh sehingga proses perwujudan masyarakat menuju
komponen sosial yang berkualitas.

1.6. PEREKONOMIAN DESA
 Sumber Mata Pencaharian Pokok
Berdasarkan hasil penjajakan, jenis-jenis mata pencaharian pokok dan sampingan di Desa
Pa’bumbungang adalah petani, PNS, pedagang, buruh tani, buruh bangunan, tukang batu, tukang
kayu, tukang ojek. Pada waktu tertentu sebagian penduduk yang tidak memiliki mata pencaharian
yang pasti bahkan merantau keluar daerah untuk mencari nafkah.
Adapun sumber mata pencaharian pokok antara lain :

(a) Pertanian Dan Perkebunan
Tanaman pertanian yang dibudidayakan di Desa Pa’bumbungang ada beberapa jenis. Jenisjenis
tanaman tersebut terdiri dari :
1. Tanaman Jagung
Sebagian besar petani di Desa Pa’bumbungang menanam tanaman jagung untuk
dijadikan kebutuhan makanan dan sebahagian di jual untuk keperluan biaya kehidupan
sehari-hari. Pertanian jagung menggunakan air untuk perkebunan bersumber dari
berbaagai sumer air. Keadaan air begitu melimpah sehinggasebagian kebun di Desa
Pa’bumbungang dapat ditanami dan dipanen tiga kali dalam setahun. Orang miskin
dalam pengelolaan lahan persawahan lebih banyak terlibat sebagai petani penggarap
(bagi hasil dengan pemilik lahan), sedangkan perempuan terlibat sebagai buruh tani pada
saat penanaman dan saat panen dilakukan.
2. Tanaman Coklat
Selain jagung sebahagian masyarakat petani di Desa Pa’bumbungang juga
menanam coklat di kebun sebagai tanaman jangka panjang. Hasil produksi tanaman coklat
setelah di keringkan di jual langsung dikota karena masyarakat belum mengetahui cara
pengolahan coklat menjadi makanan siap saji.
3. Tanaman Kopi
Selain coklat juga sebahagian masyarakat petani di Desa Pa’bumbungang
menanam kopi di kebun sebagai tanaman jangka panjang. Karena tidak membutuhkan air
dikala musim kemarau, tanaman kopi selain dikonsumsi sendiri juga mempunyai nilai jual
yang bisa menambah pendapatan masyarakat Pa’bumbungang.
4. Tanaman Cengkeh
Selain tanaman Kopi sebagai tanaman jangka Panjang juga warga Desa
Pa’bumbungang sudah mulai menanam cengkeh karena mengingat harga cengkeh yang
terus meningkat sehingga sebagian masyarakat Desa Pa’bumbungang yang memiliki tanah
yang luas mereka menanam cengkeh pada Areal perkebunannya sehingga mudah
menyiramnya pada musim kemarau dan pertumbuhannya sangat subur.
5. Kacang kacang-kacangan
Sebahagian petani di Desa Pa’bumbungang menanam tanaman kacang kacangan
seperti kacang tanah, buncis dll. Pada umumnya petani menanam kacang kacangan di
areal perkebunan pada saat menjelang musim kemarau, karena kacang kacangan tidak
terlalu membutuhkan air, dan selain untuk dikonsumsi juga menghasilkan nilai yang
ekonomis.
6. Sayuran
Selain tanaman diatas masyarakat pa’bumbungang juga menanam tanaman horti
diantaranya tanaman kentang, bawang, kubis dll. serta Tanaman tersebut selain untuk
dikonsumsi juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Pa’bumbungang.

(b). Peternakan
Selain pertanian, Peternakan juga dikembangkan di desa pa’bumbungang adapun
jenis ternak yang dikembangkan adalah diantaranya ternak sapi, kuda, kambing dan Ayam,
selain ketersediaan pakan ternak yang cukup melimpah, beternak juga mempunyai prospek
ekonomi yang lumayan baik. Peternak di desa Pa’bumbungang ada yang memiliki indukan
sendiri adapula yang menganut sistem pembagian hasil dari pemilik modal.
 Pembagian Wilayah Desa
Pusat pemerintahan Desa Pa’bumbungang terletak di Dusun Sarrea dan untuk menuju Kantor
Desa dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi atau berjalan kaki karena berada di jalan
poros Desa yang telah di hotmix yang berhubungan langsung dengan pusat kota Kabupaten
Bantaeng. Secara administratif Desa Pa’bumbungang terbagi atas 3 Dusun yaitu :
1. Dusun Sarrea yang membawahi 3 RK dan 5 RT
2. Dusun Libboa yang membawahi 4 RK dan 8 RT
3. Dusun Bonto Jonga yang membawahi 2 RK dan 5 RT
Setiap Dusun dipimpin oleh seorang Kepala Dusun dibantu oleh Ketua RK dan Ketua RT.
Sistem pemerintahan yakni, bertanggung jawab kepada Kepala Desa dan Kepala Desa pada dasarnya
bertanggungjawab kepada masyarakat desa dan prosedur pertanggungjawaban disampaikan ke
Bupati melalui Camat. Kemudian dari pada itu kepala desa bersama dengan BPD memberikan
keterangan laporan pertanggungjawaban kepada masyarakatnya.

1.7. KESEJAHTERAAN SOSIAL
Masalah kesejahteraan sosial dapat terjadi di daerah manapun dan disebabkan oleh berbagai hal
yang saling terkait. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya masalah kesejahteraan sosial,
disamping factor internal ada juga factor eksternal. Ada kelompok masyarakat yang kurang memiliki
akses terhadap kesempatan sosial dan ekonomi, sehingga mereka menjadi rentan terhadap masalah
sosial ini.
Permasalahan sosial ini seperti kemiskinan, keterlantaran, ketunaan sosial dan korban bencana
alam mendesak pemerintah untuk segara menetapkan Langkah-langkah penanganan dan pendekatan
yang sistematik, terpadu dan menyeluruh dalam rangka mengurangi beban dan memenuhi hak-hak
dasar warga secara layak melalui Pembangunan inklusif, berkeadilan dan keberlanjutan untuk
mewujudkan kehidupan yang bermartabat.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat, berbagai skema
telah dilakukan pemerintah, yaitu dengan adanya program perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat.
Perlindungan sosial dalam bentuk sosial, jaminan sosial untuk masyarakat miskin yang mencakup
sepanjang hayat.
Berikut kami uraikan jumlah penerima bantuan sosial dari pemerintah Desa, Kabupaten,
Porvinsi dan pemerintah Pusat :
Dari Jumlah 590 KK, antara lain penerima Bantuan Pangan (Beras sebanyak 309 Orang), KPM
BPNT 132 Orang, KPM PKH 144 Orang. Jumlah keluarga data DTKS 1.281 Orang, Untuk jumlah

Dusun/RW sebanyak 4 Orang yang tersebar di tiga dusun di Desa Pa’bumbungang.

1.8. SARANA DAN PRASARANA DESA
Bahwa dalam Upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, agar tercapainya
efesiensi dan efektifitas bekerja, berhasil guna dan berdaya guna, untuk kelangsungan dalam
pencapaian tujuan tersebut dibutuhkan sarana yang dapat menunjang kegiatan dimaksud sesuai
dengan standar pelayanan yang memadai.
Pemerintah Desa Pa’bumbungang dalam hal ini, untuk memenuhi kebutuhan sebagaimana
tersebut diatas dari tahun ketahun telah mengupayakan agar sarana dan prasarana pemerintahan
tersebut dapat memenuhi tuntunan kebutuhan agar dapat membantu keberlangsungan hidup
masyarkat Desa khususnya dibidang Kesehatan, Pendidikan dan perekonomian.
Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Pemerintah Desa Pa’bumbungang adalah
sebagai berikut :

Namun beberapa kendala dilapangan yang dialami oleh Pemerintah Desa dalam
memaksimalkan Pembangunan infrastruktur disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat
dalam menjaga dan merawat yang telah dibangun oleh pemerintah.

2.9. PEMERINTAHAN UMUM
1. Pemerintah Desa
Struktur Organisasi Pemerintah Desa dibentuk berdasarkaan Kerjasama antara Pemerintah
Kepala Desa, BPD dan Perangkat Desa yang menjadi kesepakatan bersama. Struktur organisasi
yang dimaksud telah menyesuaikan dengan regulasi baru dalam Peraturan Menteri dalam Negeri
Nomor 84 Tahun 2015 tentang Organisasi Pemerintah Desa dapat dilihat dalam tabel berikut :
STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DESA PA’BUMBUNGANG
KECAMATAN EREMERASA
KABUPATEN BANTAENG


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar secara santun

Berita Unggulan

Bimtek Pengelolaan Website Desa

 Bimtek Pengelolaan Website Desa Digelar di Eremerasa, Tingkatkan Kapasitas Admin PPID Desa Eremerasa, Bantaeng — Pemerintah Kecamatan Ereme...

Populer